BananaPeelBrownies.PAMU.ESA142KewirausahaanTugasKelompok6.DosenErlinaPuspitalokaMahadewiUniversitasEsaUnggul.Genap2019

BananaPeelBrownies.PAMU.ESA142KewirausahaanTugasKelompok6.DosenErlinaPuspitalokaMahadewiUniversitasEsaUnggul.Genap2019




USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
JUDUL PROGRAM
“BANANA PEEL BROWNIES (Brownies Kulit Pisang)”

BIDANG KEGIATAN:
PKM – KEWIRAUSAHAAN


Disusunoleh :
Amara Sagno                    (20170102236)
Amalia Nur Azizah           (20170102273)
Puspita Dyah Ismoyowati  (20170102270)
Vania Flashgold Yapta       (20170801234)









UNIVERSITAS ESA UNGGUL
JAKARTA BARAT
2019

HALAMAN PENGESAHAN

1.
Judul Kegiatan
: “Banana Peel Brownies (Brownies Kulit        Pisang)
2.
Bidang Kegiatan
: PKM – Kewirausahaan
3. 
Ketua Pelaksana Kegiatan


a.     Nama Lengkap
: Amalia Nur Azizah

b.     NIM
: 20170102273

c.     Jurusan
: Akuntansi

d.     Universitas
: Universitas Esa Unggul

e.     Alamat Rumah dan No. Tel/HP
: Apartemen Menara Kebon Jeruk, Jakarta Barat
   081386438483

f.      Alamat Email
4.
Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis
: 3 orang
5.
Dosen Pembimbing


a.     Nama Lengkap dan Gelar
: Erlina Puspitaloka Mahadewi, SE, MM, MBL

b.     NIDN
: 0318027205

c.     Alamat Rumah dan No. Tel/HP
: 08998103189
6.
Biaya Kegiatan Total
: 6.326.000
7.
Jangka Waktu Pelaksanaan
: 1 Tahun




Menyetujui,
Dekan Pembimbing






(Erlina Puspitaloka Mahadewi, SE, MM, MBL)                              
NIDN. 0318027205
Jakarta, 11 Mei 2019
Ketua Pelaksana Kegiatan






(Amalia Nur Azizah)
NIM. 20170102273





DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL………………………………………………………..........................i
HALAMAN PENGESAHAN………………………………………………………...............ii
DAFTAR ISI………………………………………………………...........…………..........iii
RINGKASAN.……………………………………………………...........………..................iv
BAB Pendahuluan
1.1 LataBelakangBisnis....………………………………………………………....1
1.2 Perumusan Bisnis....……………………………………………………………...2
1.3 Tujuan.………………………………………………………………….………..2
1.4  Luaran Yang Diharapkan …………………………………………....................2
1.5 Kegunaan.........................................………………………………………….....3
BABII Gambaran Umum Rencana Usaha
2.1 GambaranUsaha……………………………………………………………........4
2.2 Aspek Pemasaran………………………………………………………………...5
2.3 Aspek Keuangan…………………………………………………………………7
2.4 Analisis Kelayakan…………………………………………………………........8
2.5 Analisis Resiko…………………………………………………………………..8
2.6 Aspek Sosial Kemasyarakatan…………………………………………………..13
2.7 Keberlanjutan Usaha…………………………………………………………….13
BABIII Metode Pelaksanaan
3.1 Proses Produksi/Alur Usaha……………………………………………………14
3.2 Susunan Organisasi Usaha……………………………………………………..17
BABIV Biaya Dan Jadwal Kegiatan
4.1 Anggaran Biaya……………………………………………………..................18
4.2 Jadwal Kegiatan………………………………………………………..............19
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….........................20





RINGKASAN

“Banana Peel Brownies” merupakan produk olahan dari kulit pisang. Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa kulit pisang ternyata juga mengandung zat yang kaya akan manfaat bagi tubuh. Kulit pisang mengandung antioksidan seperti karotenoid dan polifenol.Senyawa ini dikenal baik untuk cegah diabetes, serangan jantung dan kanker seperti dikutip Reader'sDigest pada Minggu (12/10/2014). Kulit pisang diketahui juga memiliki khasiat dapat meningkatkan kadar serotonin yang berfungsi untuk mengatur kerja usus, untuk regulasi suasana hati, menjaga kesehatan mata dan melindunginya dari katarak, dapat bersifat sebagai antioksidan alami, membantu meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan luka (Anon, 2013).Karena banyak sekali manfaat yang diberikan untu tubuh, oleh karena itu kami mencoba mengolah kulit pisang menjadi suatu produk yang mampu dikonsumsi oleh masyarakat. Selain itu, kami juga bertujuan untuk menjaga lingkungan dari pencemaran limbah kulit pisang dengan cara mengolahnya menjadi bahan makanan.





 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bisnis
“Banana Peel Brownies” merupakan brownies yang terbuat dari kulit pisang. Masyarakatumumnya hanya mengkonsumsi buahnya saja, sedangkan kulitnya dibuang yang akanmengakibatkan terjadinya pencemaran lingkungan. Apabila limbah kulit pisang tersebutdibiarkan begitu saja maka tidak menutup kemungkinan untuk terjadinya penumpukan sampahatau limbah kulit pisang. Oleh karena itu pengolahan limbah kulit pisang merupakan salah satu alternatif masalah tersebut.
Semua bagian dari tanaman pisang dapat dimanfaatkan bukan hanya buahnya saja, namun daun dan akarnya pun dapat bermanfaat. Namun masih ada yang belum dimanfaatkan yaitukulitnya.Ketika seseorang memakan pisang dan membuang kulitnya sembarangan maka akanmenyebabkan orang lain tergelincir.Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengangkat tema mengenai pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan dasar pembuatan brownies sebagai alternatif bahan pangan yang dapat dikonsumsi banyak orang.
Salah satu jenis kulit pisang yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk pangan adalah kulit pisang kepok. Kulit pisang mengandung air dalam jumlah besar yaitu mencapai 68,90 %, unsur kedua yg terkandung cukup besar dalam kulit pisang yaitu karbohidrat sebesar 18,50 % (Anon, 2013). Menurut Dewati (2008) setiap 100 gram kulit pisang kepok mengandung air 73,60%, protein 2,15%, lemak 1,34%, gula pereduksi 7,62%, pati 11,48%, serat kasar 1,52%, abu 1,03%, Vitamin C 36 mg/100 g, Ca 31 mg/100 g, Fe 26 mg/100 g, P 63 mg/100 g.
Berdasarkan artikel tahun 2011dalam Applied Biochemistry and Biotechnology dikatakanbahwa dalam kulit pisang mengandung antioksidan seperti karotenoid dan polifenol.Senyawa ini dikenal baik untuk cegah diabetes, serangan jantung dan kanker seperti dikutip Reader'sDigest pada Minggu (12/10/2014). Kulit pisang diketahui juga memiliki khasiat dapat meningkatkan kadar serotonin yang berfungsi untuk mengatur kerja usus, untuk regulasi suasana hati, menjaga kesehatan mata dan melindunginya dari katarak, dapat bersifat sebagai antioksidan alami, membantu meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan luka (Anon, 2013).
Setelah mengetahui berbagai manfaat yang dikandung oleh kulit pisang , maka kita akan berfikir dua kali jika membuangnya , jika kulit pisang langsung dimakan , tentu rasanya sangat tidak enak, namun kali ini kulit pisang bisa diolah dalam bentuk makanan yang digemari banyak orang dari semua kalangan maupun usia, baik anak kecil maupun orang dewasa sekalipun, seperti misalnya brownies. Sekarang penyakit diabetes, serangan jantung dan kanker bisa menyerang siapapun, tanpa memandang kalangan maupun usia, semua orang sekarang bisa dengan mudah terjangkit penyakit mematikan tersebut, jika kita mengetahui manfaat kulit pisang untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut, kita bisa meminimalisasikan ataupun mencegah serangan terhadap penyakit-penyakit mematikan tersebut sejak dini, dengan rutin memakan olahan kulit pisang,

1.2 Perumusan Bisnis

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka rumusan masalah padapenelitian ini sebagai berikut:1. Apakah kulit pisang dapat dibuat makanan berupa kue brownies?

2. Bagaimana proses pembuatan kulit pisang sebagai bahan dasar pembuatan brownies?
3. Apa kulit pisang bermanfaat bagi kesehatan?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui apakah kulit pisang dapat dijadikan makanan berupa brownies.

2. Untuk mengetahui kandungan yang terdapat didalam kulit pisang.
3. Untuk mencegah penyakit mematikan seperti diabetes, serangan jantung dan kanker.
4. Untuk mengurangi limbah oleh sampah kulit pisang.

1.4 Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang hendak dicapai dalam program ini adalah:
1.  Terciptanya peluang usaha kecil masyarakat yang bergerak di sektor ekonomi.
2.  Meningkatkan kreativitas inovatif mahasiswa dan masyarakat dalam rangka bereksperimen serta menemukan hasil karya yang bermanfaat dan tepat guna.
3.  “Banana Peel Brownies” ini diharapkan dapat menjadi makanan yang sehat dan dapat mencegah adanya penyakit mematikan seperti diabetes, serangan jantung dan kanker.
4.  Mengurangi pencemaran dengan memanfaatkan kulit pisang

1.5 Kegunaan
1.     Mencegah adanya penyakit mematikan seperti diabetes, serangan jantung dan kanker.
2.     Meningkatkan kadar serotonin yang berfungsi untuk mengatur kerja usus, untuk regulasi suasana hati, menjaga kesehatan mata dan melindunginya dari katarak.
3.     Mengurangi pencemaran akibat limbah dari kulit pisang.
4.     Melatih kreativitas mahasiswa dalam menciptakan inovasi dalam pengolahan alam menjadi suatu karya yang berguna dan bermanfaat.
5.     Memberikan produk inovatif dan alternatif baru kepada masyarakat yang berbahan kulit pisang menjadi kue yang digemari semua golongan masyarakat.
























BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1 Gambaran Usaha
Usaha yang bernama”Banana Peel Brownies”  ini dibuat karenamasih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat kulit pisang. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk mengangkat tema mengenai pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan dasar pembuatan brownies sebagai alternatif bahan pangan yang dapat dikonsumsi banyak orang.
Pembuatan kue brownies ini didasari oleh pengamatan yang dilakukan disekitar, dimana masih banyak masyarakat yang membuang kulit pisang padahal bagian dari pisang tersebut justru banyak sekali kandungan ang bermanfaat bagi kesehatanDan hal ini membuat peluang bisnis semakin besar karena banyak masyarakat yang makin sadar untuk mengkonsumsi makanan sehat tanpa kehilangan kenikmatannya karena kue brownies dapat dikonsumsi sebagai camilan atau makanan penutup. Selain itu, ide kreatif produk kue browniesini dapat membantu berkurangnya bahan bahan baku makanan yang dapat terbuang, dengan memanfaatkan kulit pisang yang biasanya masyarakat akan membuangnya setelah selesai memakanan pisang. Kita pun memberikan masyarakat yang membutuhkan hidangan unik dapat memperhias hidangan ini  dengan desaign sesuai dengan keinginan pembeli.
a.  Produk
Produk ini menggunakan bahan-bahan sebagai berikut:
1.     Tepung terigu 
2.     Coklat batang 
3.     Coklat bubuk 
4.     Mentega
5.     Telur
6.     Gula pasir 
7.     Baking powder 
8.     Kulit pisang
9.     Air
Adapun produk ini dapat di design sesuai dengan keinginan pembeli.
b. Kemasan
Produk kue brownies ini akan dibentuk seperti benttuk muffin/cup cake lalu dikemas dengan menggunakan wadah kotak kertas. Kotak kertas yang digunakan adalah kertas dengan ketebalan 1 mm, dengan berbentuk seperti kotak kue cup cake, agar dapat melindungibrownies dan tidak merusak design brownies tersebut.
2.2   Aspek Pemasaran
1. Analisis Pasar
Target pasar merupakan kunci penting untuk diperhatikan. Adapun beberapa contoh dari pasar yang telah dapat dijangkau peluang pasarnya ialah seperti sekolah-sekolah, koperasi usaha di wilayahtertentu, bahkan bisadengan memasuki pasar besar yang ada di kota-kota. Dengan menyediakan layanan pesan antar (delivery), atau meskipun tidak mendirikan toko tetapsendiri, minimal bisa memasarkan produk melalui stand yang didirikan ketika ada acara bazzar seperti misalkan di acara festival.
2. Segmentasi Pasar
Dalam memasarkan produk brownies ini, perlu dilakukan segmentasi terhadap calon konsumenyang ada sehingga pasar yang dituju jelas dan terarah.
Lokasi target pemasaran:
- Sekolah-sekolah 
- Warung- warung
- Koperasi kantor pemerintah
- Stand kue dan tempat tongkrongan

Target konsumen:
- Siswa sekolah dan mahasiswa
- Masyarakat menengahkebawah dan menengah.
- Konsumen dengan kepentingan / hajat
- Konsumen usia anak-anak, remaja dan dewasa




3.Strategi Harga Produk 
Untuk menetapkan harga kita perlu melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga yang kita laksanakan. Tidak jarang harga kita terlalu mahal karena sistem produksi yang salah dan tidak efektif. Maka perlu misalnya mencari supplieryang mampu mensuplai bahan baku dengan harga yang benar-benar murah. Selain itu bisa dengan memberikan harga promosi awal yang lebih murah untuk dapat menarik konsumen untuk membeli produk kita, atau bisa juga dengan memberikan potongan harga bagi konseumen yang mengorder brownies dengan jumlah besar. Sehingga biasmenciptakan imageharga yang murah dan dapat dijangkau oleh konsumen berbagai kalangan.
4. Strategi Promosi
Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan demi menunjang keberhasilan produkbrownieskulit pisangdalam memasuki bangsa pasar serta lebih dikenal dan dipercaya olehmasyarakat luas maka strategi yang kamilakukan antara lain:
       Melakukan promosi dari mulut kemulut, diawali dengan promosi diwilayah tempat usaha kita.
       Memasang iklan di mediaelektronik seperti: facebook, twitter, dll.
       Dan yang paling terpenting yaitu memberikan suatu kemasan yang unik dan berkesan mewah sehingga membuat konsumen semakin tertarik untuk membeli.
       Menjual nilai keunikan produk dengan menonjolkan ke-khasan yang ada pada brownies ini, yaitu disini merupakan bahan bakuyang berupa kulit pisang dan tak lupa baik dari segi rasa, bentuk, kemasan dan harga yang disesuaikan dengan segmentasi konsumen.
       Memanjakan konsumen dengan berbagai cara, salah satunya dengan memberikan layanan jenis kue yang bisa di custom sesuai dengan keinginan konsumen. 





2.3 Aspek Keuangan
Biaya Variabel
Telur 60 Butir 
IDR     23.000,00
4 Kg
IDR    92.000,00
Kulit Pisang 800gr
IDR       5.000,00
1 Kg
IDR      5.000,00
Baking Powder 
IDR       5.000,00
2 Sachet
IDR    10.000,00
Tepung Terigu 2 Kg
IDR     15.000,00
1.5 Kg
IDR    22.500,00
Coklat Batang 1.5 
IDR     15.000,00     
1.5 Kg
IDR    22.500,00
Gula Merah 1 Kg
IDR     12.000,00
1 Kg
IDR    12.000,00
Mentega 2 Kg
IDR     10.000,00
2 Kg
IDR    20.000,00
Gula Pasir 2 Kg
IDR     15.000,00
2 Kg
IDR    30.000,00
Total Biaya


IDR  214.000,00
      Biaya Tetap
Alat ukur bahan/ Timbangan
IDR     150.000,00
Mixer
IDR     200.000.00
Muffin pan
IDR     100.000,00
Oven/Microwave
IDR     400.000,00
Spatula
IDR       24.000,00
Pisau
IDR       40.000,00
Alat Parutan
IDR       15.000,00
Blender
IDR     250.000,00
Kompor
IDR     300.000,00
Gas Elpiji
IDR     300.000,00
Regulator
IDR     100.000,00
Total Biaya Tetap
IDR   1.879.000,00


2.  Rencana Penghasilan
Dalam sekali produksi menghasilkan 50 Cup Brownies Kulit Pisang dan untuk tiap bungkusnya harganya adalah Rp. 5.000,00.Untuk satu loyang kue brownies, dalam sekali produksi menghasilkan 6 dus Brownies Kulit Pisang dan untuk tiap dusnya seharga Rp. 40.000,00
Jadi,dalam sekali produksi menghasilkan biaya Rp. 5.000,00 x 50 = Rp. 250.000,00dalam bentuk cupatau Rp. 40.000,00 x 6 = Rp. 240.000,00
Laba bersih = Penghasilan – Pengeluaran
Rp. 250.000 – Rp. 214.000 = Rp. 36.000,00
Rp. 240.000 – Rp. 214.000 = Rp. 26.000,00
NB : Untuk beberapa bahan masih ada yang tersisa
2.4 Analisis Kelayakan
Dengan modal awal dari seluruh kebutuhan usaha yang diperkirakan sebesar Rp. 2.093.000dalam waktu 5 bulan usaha pembuatan Brownies Kulit Pisang kami sudah bisa balik modal dengan keuntungan sebesar Rp 2.087.600sehingga usaha Brownies Kulit Pisangini layak untuk dijalankan.
Dalam 1 periode produksi Brownies Kulit Pisang akan digunakan bahan baku Telur 60 Butir,Kulit Pisang 800grBaking PowderTepung Terigu 2 KgCoklat Batang 1.5Gula Merah 1 Kg,Mentega 2 KgGula Pasir 2 Kg
Produk akan dikemas dalam bentuk kemasan dengan netto: 50 gram sehingga dari bahan dengan jumlah di atas, produk yang dihasilkan akan diperoleh 50 cup
Harga untuk satu Cup Brownies dengan berat 50gram adalah Rp. 5000,- sehingga akan diperoleh pendapatan kotor di setiap periode adalah sebesar 50 cupx Rp5000,- = Rp. 250.000,00
Pendapatan per produksi = Rp 250.000,- Pengeluaran per produksi = Rp 214.000,- Keuntungan per produksi = Rp 36.000,00
2.5 Analisis Resiko
                 Analisis resiko usaha terhadap bisnis atau uusaha yang kami dirikan dengan metode SWOT adalah sebagai berikut :
a.     Strengths (Kekuatan)
“Banana Peel Brownies” memiliki keunggulan dalam hal bahan baku yang sangat jarang dipakai yaitu kulit pisang. Kulit pisang sendiri merupakan bahan yang bermanfaat karena selain ramah lingkungan, bahan tersebut juga bermanfaat bagi kesehatan karena mampu mencegah penyakit berat seperti serangan jantung, diabetes dan kanker. Selain itu juga mampu meningkatkan kadar serotonin yang berfungsi untuk mengatur kerja usus, untuk regulasi suasana hati, menjaga kesehatan mata dan melindunginya dari katarak.Kue Brownies Kulit Pisang ini juga kami produksi menggunakan bahan – bahan alami kualitas terbaik, sehingga kualitas dan mutu produk yang kami buat selalu terjaga.
b.    Weakness (Kelemahan)
Kelemahan dari produk ini adalah masih banyaknya orang yang masih menganggap bahan baku berupa kulit pisang tidak dapat digunakan dan kebanyakan orang malah membuangnya. Persepsi tersebut yang membuat orang ragu untuk mengkonsumsi produk kami. Namun kami manciptakan solusi untuk masalah tersebut dengan mengkreasikan produk kami dengan tampilan yang menarik supaya orang tertarik untuk membeli.
c.     Opportunities (Kesempatan)
Pada masa sekarang ini, banyak para tokoh publik yang terjun ke bisnis kuliner hingga akhirnya bisnis kue sangat menjamur dan permintaan pasar terhadap kue meningkat. Oleh karena itu kami kreasikan kue dengan variasi terbaru yang berbahan dasar kulit pisang ini dan diharapkan para konsumen terutama para pecinta kue merasa penasaran hingga akhirnya memutuskan untuk membeli produk kami.
d.     Threats (Ancaman)
-      Banyaknya pesaing yang sudah memiliki nama yang sudah banyak dikenal masyarakat
-      Bahan baku yang tersedia relatif karena bergantung dengan kondisi musim dan cuaca
2.6 Aspek Sosial Kemasyarakatan
Dengan berjalannya usaha pembuatan Kue Brownies Kulit Pisang ini kami berharap usaha kami dapat memberikan keuntungan bagi kami dan masyarakat luas yang akan menjadi konsumen kami nantinya. Kami berharap usaha ini dapat memiliki nilai lebih tersendiri. Setiap peluang usaha baru tentunya juga akan menciptakan peluang lapangan pekerjaan baru, sehingga usaha ini juga dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Kami akan terus melakukan yang terbaik untuk menjalani usaha kami ini dan terus melakukan inovasi serta kreativitas dalam pembuatan produk ini agar terus dapat memuaskan konsumen.
2.7 Keberlanjutan Usaha
Setiap pelaku usaha pasti menginginkan usahanya tetap bertahan sehingga perlu dilakukan beberapa langkah pengembangan seperti di bawah ini:
a.     Menjaga Kualitas Produk
Setiap adanya produk dari suatu usaha, hal pertama yang diliat konsumen adalah penampilan produk.Apakah kualitasnya baik atau tidak, pengemasannya, bentuk, seni dan keindahan dari produk tersebut yang dapat menarik selera konsumen.
b.     Menjalin Hubungan Baik dengan Supplier
c.     Terus melakukan inovasi

























BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1 Proses Produksi
Perencanaan
1.     Langkah awal yang dilakukan saat tahap perencanaan yaitu mencari tempat usaha yang strategis, kemudian melakukan survey pasar. Tujuandilakukansurvey adalah untuk mengetahui kondisi pasar, minat konsumen,dan perencanaan inovasi lebih lanjut.
2.     Selanjutnya, melakukan persiapan. Meliputi persiapan dalam pemilihan dan penyediaan tempat serta sarana dan prasarana untuk menunjang proses produksi. Lalu, persiapan dan pengadaan bahan baku serta bahan tambahan lainnya untuk langkah awal memulai suatu usaha. Persiapan bahan baku yang lengkap akan memudahkan saat proses produksi suatu usaha.
3.     Hal selanjutnya yang perlu dilakukan yaitu melakukanstudi kelayakan dan keamanan terhadap usaha yang akan dijalankan. Kegiatan ini dilakukanuntuk mengetahui apakah kegiatan ini memiliki prospek yang menguntungkandan memiliki prospek jangka panjang.
4.     Membuatjob descriptiondalam anggota kelompok untuk memperjelas pekerjaan di dalam kegiatan usaha ini.
Proses
Proses atau produksi merupakan kegiatan inti dari aktivitas wirausaha, kegiatan produksi memiliki beberapa tahapan, tahapan tersebut meliputi pengolahan dan pembuatan produk, pengemasan, dan juga pemasaran. Pembuatan sampel barang diperlukan untuk mengetahui kualitas suatu produk sebelum nantinya dipasarkan dalam jumlah besar.Dalam pembuatan tester, hal yang perlu dilaksanakan untuk mengetahui kualitas produk.




·     Bahan dan Alat:
      Bahan-bahan brownies:
a.     Kulit pisang 
b.     Air
c.     Telur
d.     Gula Pasir
e.     Baking powder
f.      Tepung terigu 
g.     Coklat batang 
h.     Mentega
      Alat pembuatan brownies kulit pisang:
a.     Alat ukur buat bahan seperti timbangan
b.     Alat untuk menyatukan dan menggabungkan semua bahan seperti mixer
c.     Loyang. Bisa bentuk bulat atau pun persegi
d.     Gelas ukur
e.     Spatula untuk mengaduk cream 
f.      Oven
g.     Pisau
h.     Alat parutan
i.      Blender
j.      Kompor
·     Metode Pembuatan Kue Brownis
1.     Siapkan kulit pisang, cuci bersih, ambil bagian dalam kulit pisang
2.     Kukus bagian dalam kulit pisang selama 30menit
3.     Potong-potong hasil kukusan kulit pisang menjadi bagian kecil 
4.     Blender potongan-potongan kulit pisang tadi hingga menjadi adonan, lalu sisihkan
5.     Siapkan baskom , masukan gula dan telur , lalu kocok sampai mengembang/ berwarna putih cerah
6.     Lelehkan coklat dan mentega
7.     Setelah adonan berubah putih , masukan tepung pelan2 dan baking powder, aduk pelan
8.     Campurkan lagi  adonan kulit pisang yang telah kita buat, aduk pelan
9.     Setelah tercampur rata , masukan campuran coklat dan margarin
10.  Panaskan kukusan / oven
11.  Siapkan loyang yang telah di olesi lemak, atau kertas roti , masukan adonan , lalu taburi dengan kacang yang telah di hancurkan
12.  Kukus/ oven selama 35 menit
13.  Keluarkan kue dari loyang lalu letakkan di atas rak pendingin kue, biarkan hingga dingin.
14.  Brownis Kulit Pisang siap disajikan.
Pemasaran
·      Pemasaran merupakan kegiatan yang sangat penting karena dengan pemasaran produk yang dihasilkan dapat dipasarkan kepada konsumen. Pemasaran dapat dikatakan berhasil ketika terdapat suatu strategi pemasaran yang efektif dan menarik konsumen, misalnya melalui mekanisme penentuan segmentasi pasar dan pemasaran melalui media-media sosial yang atraktif dan dapat menarik konsumen. Pemasaran juga harus memperhatikan segmentasi konsumen dan segmentasi lokasi pemasaran, kegiatan promosi dan kegiatan perluasan usaha atau pangsa pasar.
·      Promosi dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan produk kepada konsumen. Hal ini dilakukan dengan membuat pamflet-pamflet yang di design dengan sedemikian rupa dan berisi informasi tentang gambaran produk, penawaran barang dan harga, cara pemesanan serta mengenai lokasi penjualan produk. Melakukan promosi melalui media social juga dapat dilakukan seperti via facebook, twitter, instagram, line, dan lain-lain.
      Evaluasi
·      Tahapan akhir yang dilakukan adalah kegiatan evaluasi. Tahap evaluasi berisikan laporan data kegiatan mulai dari tahap input dan tahap proses atau produksi dengan jangka waktu tertentu. Laporan ditujukan untuk mengetahui rangkaian kegiatan usaha dan keuntungan yang didapat, sehingga diperoleh data yang akurat sebagai bahan evaluasi




3.2 Susunan Organisasi Usaha
















BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya
Biaya Variabel
Telur 60 Butir 
IDR     23.000,00
4 Kg
IDR    92.000,00
Kulit Pisang 800gr
IDR       5.000,00
1 Kg
IDR      5.000,00
Baking Powder 
IDR       5.000,00
2 Sachet
IDR    10.000,00
Tepung Terigu 2 Kg
IDR     15.000,00
1.5 Kg
IDR    22.500,00
Coklat Batang 1.5 
IDR     15.000,00     
1.5 Kg
IDR    22.500,00
Gula Merah 1 Kg
IDR     12.000,00
1 Kg
IDR    12.000,00
Mentega 2 Kg
IDR     10.000,00
2 Kg
IDR    20.000,00
Gula Pasir 2 Kg
IDR     15.000,00
2 Kg
IDR    30.000,00
Total Biaya Selama Satu Tahun


IDR  214.000,00 x 12
= Rp 2.568.000,00
      Biaya Tetap
Alat ukur bahan/ Timbangan
IDR     150.000,00
Mixer
IDR     200.000.00
Muffin pan
IDR     100.000,00
Oven/Microwave
IDR     400.000,00
Spatula
IDR       24.000,00
Pisau
IDR       40.000,00
Alat Parutan
IDR       15.000,00
Blender
IDR     250.000,00
Kompor
IDR     300.000,00
Gas Elpiji
IDR     300.000,00
Regulator
IDR     100.000,00
Total Biaya Tetap Selama Satu Tahun
IDR   1.879.000,00 x 2 
= Rp. 3.758.000,00

4.2 Jadwal Kegiatan
No.
Kegiatan
Jadwal Pelaksanaan
Bulan Pertama
1
2
3
4
1.
Survei Pasar
X



2.
Menyusun Rencana Usaha
X
X


3.
Survei Pesaing

X


4.
Perijinan
X



5.
Uji Coba Produksi

X


6.
Promosi


X

7.
Pemasaran


X
X












DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2013. Kandungan dan ManfaatKulit Pisang. http://tanamanobatherbal.blogspot.co.id/2013/02/kandungan-dan-manfaat-kulit-pisang.html(Diakses tanggal 20 Januari 2017). 
Anonimous. 2017. Desa Pikat Kecamatan Dawan Klungkung: Kondisi Ekonomi. http://www.pikat.desa.id/index.php/profil/97/Kondisi-Ekonomi
(Diakses tanggal 20 Januari 2017) 
Dewati, R. 2008. Limbah Kulit Pisang Kepok Sebagai Bahan Baku Pembuatan Ethanol. Skripsi. UPN ”Veteran” Jatim.



Link:
https://www.slideshare.net/puspitadyah2/proposal-bisnis-banana-peel-brownies-disusun-oleh-amalia-amara-puspita-vania?qid=de0e7368-350b-41ad-9f5a-5d9f780338ac&v=&b=&from_search=1


Comments